Dua Alasan Harus Mempelajari Pronunciation dalam Belajar Bahasa Inggris : Visitpare.Com

Dua Alasan Harus Mempelajari Pronunciation dalam Belajar Bahasa Inggris
Pronunciation ini sifatnya sangat riskan ketika tidak dipelajari, bahkan mereka yang sudah pandai berbicara bahasa Inggris saja terkadang masih melakukan kesalahan. Wajar karena memang bukan bahasa negara sendiri sehingga masih penyesuaian lidah, oleh sebab itulah harus mempelajari lebih dalam tentang pronunciation dan berikut alasannya.

1. Mempertebal Kemampuan Listening Seseorang dalam Bahasa Inggris
Seperti sudah dijelaskan bahwa pembelajaran tentang Pronunciation masuk kedalam kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Otomatis listening skills seseroang juga dibutuhkan dan dengan mempelajarinya, tentu saja kemampuannya tersebut akan lebih meningkat. Termasuk bagaimana pengucapannya dalam berbicara bahasa Inggris.

Jika speaking skills sempurna tentunya listening akan mengikuti, begitu juga ketika mempelajari Pronunciation. Dimana seseorang akan tahu kesalahan grammar maupun pengucapan apa saja yang sering terjadi dan bagaimana cara membenarkannya. Belajar dari kesalahan adalah cara terbaik untuk seseorang memperbaiki kemampuannya semakin baik kedepannya.

2. Agar tidak Ada Kesalahan lagi dalam Pengucapan Setiap Kata Bahasa Inggrisnya
Alasan kedua tentu saja karena agar tidak ada lagi kesalahan lagi dalam mengucapkan setiap kata bahasa Inggris. Melihat aksen masyarakat UK dan USA berbeda, tentunya membuat seseorang yang mempelajari Pronunciation tersebut bisa lebih mengetahui bagaimana cara pengucapan terbaiknya karena aksen memang akan membuat bingung.

Seseorang yang pandai berbahasa Inggris tentunya akan bingung jika mendengar pelafalan aksen bahasa Inggris UK dan USA. Namun jika didengar lebih seksama, UK lebih jelas karena USA sering menggunakan nada bicara “diseret” sehingga bisa terdengar sebagai Pronunciation pada mereka yang sedang belajar.

Dengan melihat penjelasan alasan kedua, tentunya ketika Anda sudah mempelajari Pronunciation bagaimanapun aksennya tetap akan memahaminya. Oleh sebab itulah penting sekali mempelajari lebih dalam tentang kesalahan pengucapa juga pembenarannya seperti apa.

Belajar Lebih Dalam Mengenai Pronunciation
Pengucapan adalah bagian dari berbicara. Dalam belajar cara pengucapan dalam bahasa Inggris, juga diperlukan Listening Skills atau kemampuan pendengaran kita terhadap kosa kata.

Dalam bahasa Inggris sendiri mempunyai sistem bunyi vokal, diftong, konsonan, dan kluster. Untuk huruf vokal sendiri, berbeda dengan di Indonesia yang hanya ada /a/-/i/-/u/-/e/-/o/. Sebab dalam bahasa Inggris huruf vokalnya terdiri dari /æ/-/e/-/ǝ/-/ɔ:/-/ɑ:/-/ɒ/-/ɜ:/-/i:/-/ʊ/-/u:/-/Ʌ/-/I/.

Bahasa Inggris sendiri juga bisa dikatakan sebagai bahasa munafik, karena penulisan dan pengucapannya berbeda. Kadang ada saja orang yang dalam penulisan bagus, tetapi tidak ahli dalam hal speaking. Untuk itulah, sangat perlu belajar pengucapan karena dapat mempengaruhi penilaian seseorang terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris kita.

Pengertian Pronunciation
Pengucapan mengacu pada cara kita membuat suara dari sebuah kata. Dengan kata lain, pengucapan merupakan cara suatu kata atau bahasa itu diucapkan. Selain itu, pengucapan di dalamnya termasuk artikulasi, penekanan, dan juga intonasi.

Pengucapan mencakup fitur bahasa (kosakata dan tenses) serta keterampilan (berbicara dan mendengarkan). Ketika kita menemukan kosakata baru, akan lebih baik jika kita mengetahui cara pengucapan yang benar.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penekanan juga termasuk dalam pengucapan. Misalnya, jika sebuah kata dalam bahasa Inggris memiliki dua suku kata. Penekanannya biasanya pada suku kata pertama untuk kata benda dan kata sifat, serta pada suku kata kedua untuk kata kerja.

Pentingnya Mempelajari Pronunciation
Tentu alasan utama pentingnya mempelajari pengucapan adalah untuk menghindari miskomunikasi atau kesalahpahaman dalam mengartikan suatu kata. Sebab pengucapan dalam bahasa Inggris akan dengan mudah disalah pahami jika salah mengucapkan kata-kata.

Jika hanya satu kata yang salah diucapkan, banyak orang akan mengira mereka memahami kita. Oleh karena itu, tidak akan meminta klarifikasi. Namun sebenarnya, hal ini dapat menyebabkan beberapa miskomunikasi yang sangat membingungkan.

Itulah mengapa, penting untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pengucapan umum. Kepercayaan diri anda tentunya juga akan semakin meningkat jika mampu mengucapkan kata dengan tepat.

Elemen Terpenting
Dalam belajar pronunciation bahasa Inggris, ada dua elemen yang sangat penting untuk dipelajari. Dua elemen tersebut adalah penekanan kata dan intonasi. Untuk lebih jelasnya, anda bisa simak penjelasan elemen-elemen berikut ini.

Penekanan Kata
Penekanan sangat penting dalam bahasa Inggris karena dapat digunakan untuk membedakan arti kata, kata majemuk, kata kerja frasa, dan idiom yang terdengar serupa. Pola penekanan akan memungkinkan pronunciation terdengar alami dan dengan jelas mengkomunikasikan makna yang dimaksudkan. Berikut poin pentingnya.

Tanda (ˈ) menunjukkan tekanan utama. Bandingkan kata able (mampu) /ˈeɪbl/ yang menekankan pada suku kata pertama.
Lalu ability (kemampuan) /əˈbɪləti/ yang menekankan pada suku kata kedua.
Suku kata yang ditekankan relatif keras, durasinya lama, diucapkan dengan jelas, dan terlihat dari nada suara.
Suku kata yang ditekankan biasanya tidak mengandung vokal lemah ə, i, atau u.
Saat digunakan dalam konteks linguistik, penekanan kata pada dasarnya mengacu pada suku kata mana dalam kata yang paling ditekankan. Beberapa bahasa seperti Spanyol, menggunakan aksen untuk menunjukkan tekanan, tetapi bahasa Inggris tidak menawarkan hal yang sama.

Penekanan sangat penting ketika berbicara dalam bahasa Inggris karena dapat sepenuhnya mengubah artinya, tergantung dimana kita memberikan tekanan. Dengan kata lain, perbedaan pemilihan tempat penekanan juga akan mengubah arti. Contohnya:

Pertimbangkan pronunciation kata “kontes”, yang memiliki dua suku kata. Kita bisa memberi tekanan pada suku kata pertama atau kedua, pada kata /kontes/.

Kata yang menekankan pada suku kata pertama adalah kata benda yang berarti “kompetisi”.
Sedangkan, kata yang menekankan pada suku kata kedua adalah kata kerja yang berarti “menentang”.
Setelah itu, misalnya pada kata well-known:

Kata sifat ˌwell-ˈknown memiliki tekanan utama pada yang kata known (diketahui).
Tetapi dalam kata well-knownˈauthor (tahu penulisnya), tekanan utama digeser ke kata benda yang mengikuti.
Contoh lainnya, seperti kata “present” yang memiliki dua suku kata. Yang mana dapat dipisahkan dan diberi tekanan berbeda tergantung pada apa yang ingin anda katakan.

pres-ent
pre-sent
Poin pertama adalah kata benda yang berarti “hadiah”. Sedangkan yang kedua adalah kata kerja yang berarti “memperkenalkan”.

Intonasi
Jika kita tidak menaikkan atau menurunkan suara di bagian tertentu dari setiap kalimat, kita bisa saja terdengar seperti robot. Intonasi melibatkan naik turunnya suara kita saat berbicara dalam kalimat yang lengkap.

Intonasi yang salah dapat mengubah arti kalimat atau terdengar sangat aneh bagi penutur asli bahasa Inggris. Ini sangat penting untuk berlatih pronunciation, menyampaikan perasaan, atau menambahkan nuansa pada kalimat.

Selain itu, intonasi sendiri dapat diartikan sebagai naik turunnya suara. Dalam bahasa Inggris biasanya tanda koma (,) akan lebih sering diucapkan dengan intonasi naik, sedangkan tanda titik (.) dengan intonasi turun.

Untuk lebih mudahnya anda dapat mengetahui simbol-simbolnya untuk mengetahui bagaimana intonasinya. Simbol-simbol di bawah ini akan menunjukan bagaimana gambaran dari pengucapan sebuah kata.

high (tinggi) [ / ] mid (sedang) [ – ] low (rendah) [ \ ] rising (naik) L/I
ifalling (turun) [ -\ ] fall-rise (turun dan naik) [ V ] Penting untuk menguasai intonasi bahasa Inggris jika anda ingin terdengar natural dan membuat pendengar tetap fokus pada maksud dari kalimat anda. Berikut adalah panduan mendalam tentang bagaimana penutur bahasa Inggris menggunakan intonasi dalam konteks yang berbeda.

Beberapa Kunci Pronunciation
Di bawah ini terdapat beberapa kunci pengucapan, sehingga akan lebih memudahkan anda belajar materi ini. Karena memang pengucapan dalam bahasa Inggris sedikit membingungkan pada huruf-huruf tertentu.

/C/ dibaca /s/
Dalam hal ini, ada saatnya anda membaca huruf /c/ menjadi /s/. Ketika /c/ diikuti dengan huruf e, i, ataupun y, anda harus membaca /c/ menjadi /s/. Entah itu berada pada bagian depan, tengah, ataupun belakang sendiri. Contohnya:

Cell /sel/
Chance /caens/
Receipt /ri’si:t/
/g/ dibaca /d3/ atau /j/
Namun hal ini belum ada pemastian, sebab terdapat pengecualian ada beberapa kata seperti girl dan get. Sehingga anda bisa lebih mencari informasi tentang kata apa saja yang /g/ dibaca /j/.

Pada /g/ yang dibaca /j/, terjadi apabila /g/ diikuti oleh huruf e, i, atau y. Contohnya:

Giraffe /ji’ra:f/
Page /peij/
Archaeology /’a:kie’loji/
/gh/ dibaca /f/
Sebenarnya pada umumnya /gh/ tidak perlu untuk dibaca, dan itu terjadi hampir pada setiap kata. Tetapi ada beberapa kasus yang mengharuskan /gh/ dibaca /f/. Contohnya:

Enough /i’naf/
Laugh /la:f/
Cough /kaf/
Final Sounds
Maksudnya adalah bunyi terakhir dari sebuah kata. Misalnya kata like, bunyi terakhirnya tentu k bukan e sehingga huruf hanyalah sekadar penulisan akhir.

Kunci ini sangat perlu dipahami, karena dari sinilah kita bisa mengetahui suatu kata dibaca pendek atau panjang. Sebuah kata akan dibaca panjang jika final soundnya berupa suara tense, dipthong, dan voiced consonant. Contohnya:

Too /tu:/ (tense)
Boy /bɔI/ (diphthong)
Do /du:/ (voiced consonant)
Sementara sebuah kata dibaca pendek jika final soundnya berupa lax dan unvoiced consonant. Contohnya:

Actual /’æktʃuəl/ (lax)
Two /tu:/ (unvoiced consonant)

Sumber Referensi :